DEPARTEMEN SD

Tujuan :

Meletakkan dasar-dasar keilmuan bagi perkembangan kognitif dan pembentukan dasar karakter siswa yang utama.

Kelompok :

SD Nasional Insan Prima merupakan jenjang pendidikan dasar yang menyelenggarakan pendidikan dari kelas 1 sampai dengan 6. Berdasarkan kelompok usia perkembangan, jenjang pendidikan dasar dibagi ke dalam dua kelompok kelas yaitu :

  1. Kelas Bawah (Kelas 1-3)

Terdiri atas anak usia 6-8 tahun. Penekanan pembelajaran pada dasar-dasar membaca, menulis permulaan, dan berhitung.

  • Kelas Atas (Kelas 4-6). Penekanan pembelajaran pada pengembangan konsep dasar bahasa, matematika, dan IPA.

Kurikulum :



Keterangan:

  1. Matapelajaran Kelompok A adalah kelompok mata pelajaran yang kontennya dikembangkan oleh pusat. Merupakan kelompok mata pelajaran yang diujikan melalui ujian bersama secara nasional. Seluruh sekolah harus sama dalam mengembangkan materinya sesuai SKL pusat.
  2. Mata pelajaran Kelompok B yang terdiri atas mata pelajaran Seni Budaya dan Prakarya serta Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan adalah kelompok mata pelajaran yang kontennya dikembangkan oleh pusat dan dilengkapi dengan konten lokal yang dikembangkan oleh pemerintah daerah. Mengikuti peraturan daerah setempat dalam pengembangannya.
  3. Mata pelajaran kelompok C adalah mata pelajaran yang kontennya dikembangkan oleh sekolah. Mencakup visi dan misi sekolah masing-masing. Tingkat SD penekanan pada value cakap berbahasa inggris (English environment). Tingkat SMP penekanan ditambahkan value pelestarian budaya daerah melalui lagu dan music tradisional
  4. Pengembangan diri adalah kegiatan kokurikuler yang mendukung pembelajaran. Mendukung pencapaian visi dan value Sekolah Nasional Insan Prima. Pengembangannya seluruhnya oleh Sekolah.
  5. Bahasa Daerah sebagai muatan lokal dapat diajarkan secara terintegrasi dengan mata pelajaran Seni Budaya dan Prakarya dengan kegiatan 70% penugasan mandiri dan 30% penugasan terstruktur
  6. Model pembelajaran Tematik-Integratif, pendekatan siswa aktif, dan strategi sekolah mandiri berkarakter.

Model pembelajaran tematik-integratif :

  1. Mapel kelompok A dan B dibuat jaring-jaring tema. Atau hubungan antar mata pelajaran dalam satu jabaran tema.
  2. Mapel yang KI dan KD tidak terpadu tema boleh dikeluarkan dari jaring tema dan diajarkan terpisah. Sehingga jaring tema tidak harus mencakup seluruh mata pelajaran (tematik integrative)
  3. Jadwal pembelajaran dibuat tematik untuk jam guru kelas dan subyek untuk guru subyek.
  4. Buku siswa digunakan sebagai sumber informasi dan alat penilaian apabila sesuai dengan indicator materi setidaknya mampu mewakili satu KD. Indikator yang tidak terdapat dalam buku siswa harus dipenuhi melalui sumber lain melalui portofolio atau catatan siswa.