PELEPASAN SISWA SEKOLAH NASIONAL INSAN PRIMA TAHUN AJARAN 2020/2021

Pelepasan Siswa Sekolah Nasional Insan Prima Tahun Ajaran 2020/2021 dilaksanakan secara online pada Sabtu, 12 Juni 2021, melalui video conference (zoom). Hal ini dilakukan sesuai kebijakan Pemerintah untuk tidak mengadakan acara bersifat mengumpulkan massa. Pandemi wabah COVID-19 ini memberikan dampak perubahan dalam segala kegiatan, termasuk bidang Pendidikan.

Tahun ini pelaksanaan Pelepasan Siswa Sekolah Nasional Insan Prima dengan tema “Mengukir Mimpi Meraih Prestasi”. Pelaksanaan prosesi wisuda diikuti  oleh TK – B, Kelas VI dan kelas IX SMP. Dalam prosesi wisuda, orang tua siswa SD yaitu Made Arya Kayla Putri mengucapkan terima kasih kepada bapak dan ibu guru Sekolah Nasional Insan Prima karena telah membimbing putra putri penerus bangsa. Bangga dan senang dirasakan karena telah menjadi bagian dari keluarga Sekolah Nasional Insan Prima, menghargai keberagaman, tidak membedakan dan akan terus menjalankan visi dan misi dari Sekolah Nasional Insan Prima yaitu : Mandiri, Berbudi Pekerti dan Menghargai Keberagaman.

Tidak hanya itu saja, saat prosesi wisuda berlangsung siswa kelas IX SMP yaitu Davyn menyampaikan kesan selama bersekolah di Sekolah Nasional Insan Prima. Mengucapkan terima kasih yang tak terhingga kepada seluruh guru, karena banyaknya ilmu, pengetahuan dan pengalaman yang didapatkan banyaknya pelajaran berharga serta momen bersama, generasi hebat yang bertahan di keterbatasan serta rintangan. Berterima kasih kepada orang tua karena sudah menyekolahkan di Sekolah Nasional Insan Prima sehingga menjadi pribadi yang sesuai dengan visi dan misi sekolah.

Prosesi wisuda dihadiri oleh alumni siswa Sekolah Nasional Insan Prima  yang banyak mendapatkan  prestasi di Sekolah Nasional Insan Prima yaitu Dava Loverdi. Kak Dava menyampaikan keberhasilannya selama di Insan Prima, pernah mengikuti Olimpiade Sains Nasional (O2SN). Visi dan misi dari Sekolah Nasional Insan Prima telah tertanam dan menjadi bekal yang bermanfaat setelah lulus mengenyam Pendidikan dari Sekolah Nasional Insan Prima.

Semoga Siswa yang telah lepas dari Sekolah Nasional Insan Prima dapat menjadi karakter yang sesuai dengan visi dan misi Sekolah Nasional Insan Prima yaitu: Mandiri, Berbudi Pekerti dan Menghargai Keberagaman dimanapun anak – anak berpijak. Selamat untuk siswa TK – B, siswa kelas VI dan siswa kelas IX SMP. Semoga anak – anak dapat mengukir mimpi dan meraih prestasi  yang lebih baik lagi.

MENGUKIR PRESTASI, MERAIH MIMPI

Genap satu tahun siswa dan guru melakukan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ). Sejak Maret 2020 Menteri Pendidikan Nadiem Makarim menyampaikan bahwa pembelajaran dilakukan dalam jaringan (daring) dan luar jaringan (luring) tanpa ada pembelajaran tatap muka..

Sekolah Nasional Insan Prima pun mengikuti kebijakan pemerintah untuk tidak menggelar pembelajaran tatap muka. Banyak siswa dan orang tua yang menginginkan pembelajaran tatap muka dilaksanakan kembali karena siswa menginginkan berjumpa dan belajar bersama teman-teman dan gurunya. Namun, untuk menghindari penyebaran virus COVID-19 maka sekolah belum melaksanakannya.

Minggu ini, tepatnya tanggal 15-19 Maret 2021, siswa SD dan SMP Nasional Insan Prima melaksanakan Penilaian Tengah Semester 2 (PTS 2) Tahun ajaran 2020/2021. PTS 2 kali ini masih sama dilaksanakan secara jarak jauh. Guru memberikan soal kepada siswa melalui whatsapp pribadi. Kemudan siswa mengumpulkan jawaban yang telah diselesaikan ke guru yang bersangkutan.

Siswa mengerjakan soal dengan berbagai cara seperti dengan laptop, hp, mengisi google form, atau menulis di kertas kemudian difoto. Siswa mengumpulkan jawaban sesuai waktu yang telah ditentukan. PTS 2 minggu ini tetap berjalan lancar tanpa kendala yang berarti. Hal ini membuktikan bahwa Siswa Sekolah Nasional Insan Prima tetap memiliki semangat belajar untuk mengukir prestasi demi meraih mimpi mereka di masa depan.

 

UPACARA VIRTUAL PERINGATAN DIRGAHAYU RI KE-75 SEKOLAH NASIONAL INSAN PRIMA 17 AGUSTUS 2020

Ada yang tak biasa dari upacara bendera memperingati Dirgahayu RI ke-75. Pada tahun ini, upacara bendera di Istana Negara Jakarta dilakukan secara virtual. Sekolah Nasional Insan Prima pun juga demikian. Meskipun tidak bisa berkumpul bersama di lapangan sekolah untuk melaksanakan upacara bendera karena adanya pandemi Covid-19, tetapi tahun ini upacara peringatan HUT RI  ke-75 tetap dilakukan secara virtual.

Peserta upacara terdiri dari siswa TK, SD, SMP, serta seluruh guru dan karyawan Sekolah Nasional Insan Prima. Upacara dilakukan secara virtual melalui aplikasi zoom. Siswa dan guru semuanya memakai seragam batik Insan Prima. Tepat pukul 07.30 WIB seluruh peserta upacara sudah siap mengikuti jalannya upacara. Guru berada di sekolah sedangkan siswa mengikuti upacara dari rumah. Petugas upacara adalah siswa SMP yang telah dipersiapkan oleh sekolah, yaitu Revan sebagai pemimpin upacara,Talita sebagai pembawa acara, dan Davyn sebagai pembaca doa.

Bapak Christianus Gumilar Akoso, M.Pd  sebagai Pembina Upacara  menyampaikan kepada siswa untuk meneruskan perjuangan kemerdekaan yang sudah diperjuangkan oleh para pahlawan. Meskipun sudah merdeka, kita jangan terlena dengan kebebasan yang kita miliki sekarang. Kita harus mengisi kemerdekaan dengan hal-hal yang positif. Siswa dapat mengisi kemerdekaan dengan prestasi yang baik sehingga akan melahirkan generasi yang berkualitas.

Upacara bendera terlaksana dengan khidmat, meskipun dilakukan secara virtual. Setelah pelaksanaan upacara, guru memberikan pesan kepada siswa bahwa pada pukul 10.17 WIB siswa diharapkan menghentikan kegiatannya  selama 3 menit dan berdiri dengan sikap tegak untuk mengenang jasa para pahlawan yang telah gugur mendahului kita. Semoga dengan semangat kemerdekaan, kita dapat membangun negeri ini menjadi Indonesia yang maju dan tetap memupuk rasa persatuan dan kesatuan bangsa. Jayalah Negeriku, Jayalah Indonesiaku!

CARA BELAJAR SISWA TK B SELAMA DI RUMAH

Adanya pandemi Virus Corona  (Covid-19) yang masuk di Indonesia telah disikapi oleh pemerintah pusat dengan melakukan langkah-langkah pencegahan dalam memutus mata rantai penyebaran virus tersebut. Kegiatan yang mengumpulkan banyak orang harus ditunda atau dihindari. Mulai dari bidang sosial, ekonomi, agama, politik dan pendidikan.

Pada bidang pendidikanpun untuk mengumpulkan orang banyak juga tidak diperbolehkan, seperti mengadakan pentas, kompetisi, festival, rapat maupun field trip harus ditunda. Adanya kebijakan pemerintah yang meliburkan siswa membuat sekolah mengadakan sistem belajar jarak jauh atau daring untuk mempermudah proses pembelajaran secara online.

Sistem daring ini dilakukan sekolah dengan menyediakan sumber belajar bagi siswa di rumah. Di TK Nasional Insan Prima siswa dapat mengakses melalui aplikasi edmodo dan whatsapp.

Guru tetap aktif memberikan proses pembelajaran jarak jauh atau daring dengan menyiapkan pembelajaran dan melakukan pemantauan terhadap siswa agar tetap mandiri belajar di rumah dengan bimbingan orangtua.

Guru memberikan instruksi detail yang dikirim melalui aplikasi edmodo dan whatssapp dengan memberikan contoh melalui video. Berikut foto guru TK B sedang memberikan contoh menyanyi melalui video tutorial.

Hal ini untuk mempermudah orangtua dan anak dalam memahami instruksi dan tentunya guru juga tetap aktif mengajar dari rumah. Siswa dapat melihat contoh tersebut dan mempraktekannya di rumah dengan bimbingan orangtua. Setelah kegiatan selesai dilakukan, siswa dapat mengumpulkan tugas melalui foto/video di whatsapp dengan durasi video dibatasi kurang lebih 1 menit. Hal ini berkaitan dengan minimal kuota yang harus dikeluarkan oleh pihak orangtua. Dan inilah yang menjadi salah satu pertimbangan para guru untuk mempermudah akses orangtua terutama dalam jaringan dan kuota.

[metaslider id=”492″]

Keaktifan guru selama pembelajaran jarak jauh ini juga dilakukan dengan menyapa siswa dalam bentuk videocall dan voicecall. Hal ini merupakan salah satu bentuk perhatian guru terhadap siswa. Para orangtua dan siswa semakin dipermudah dari sisi psikologis untuk menghadapi anak seusia TK yang mood nya belum stabil. Oleh karena itu dengan menyapa melalui videocall atau voicecall ini, siswa menjadi lebih bersemangat, tidak mudah bosan selama belajar di rumah karena dihubungi langsung dengan guru melalui jaringan udara.

Para guru terus kreatif meramu pembelajaran yang enjoy, meaningfull dan valuable dengan tetap berpijak pada basic skill anak usia 5-6 tahun, sehingga membentuk social behaviour yang diharapkan. Guru juga secara rutin melakukan observasi pada metode dan materi pembelajaran yang sesuai dengan usianya. Konsolidasi juga diterapkan guru dalam berkomunikasi dengan siswa dan orangtua terkait kemudahan alat atau media selama belajar di rumah. Pada akhirnya guru melakukan evaluasi dengan melakukan tindak lanjut pencapaian tugas yang diberikan. Berhasil atau tidaknya materi yang diberikan guru kepada orangtua dan siswa.

Virus corona memang masih ada di sekitar kita, namun semangat para guru TK untuk mendesign pembelajaran yang valuable, enjoy dan meaningful tetap membara. Jaya selalu Sekolah Nasional Insan Prima !

MARHABAN YA RAMADHAN RAMADHAN DINANTI, IBADAH PENUH ARTI, TINGKATKAN KUALITAS DIRI DENGAN STAY AT HOME

Bulan Ramadhan merupakan bulan yang penuh rahmat, berkah dan ampunan Allah SWT. pada bulan tersebut juga merupakan salah satu media tarbiyah/pendidikan karakter yang diperuntukan kepada umat Islam untuk melatih diri agar mengendalikan semuanya. Bulan Ramadhan juga merupakan bulan dimana Allah SWT melipat gandakan pahala bagi setiap hamba-Nya yang berbuat amal saleh dengan lipatan yang tidak dapat dihitung dengan hitungan manusia. Semua keistimewaan yang ada di bulan Ramadhan sangat dinanti dan juga sangat dirindukan kedatangannya oleh seluruh umat Islam di berbagai penjuru dunia. Khususnya dalam dunia pendidikan, bulan Ramadhan adalah bulan yang sangat tepat sebagai  bulan pendidikan kebaikan dan keislaman. Bagaimana tidak? Pada bulan Ramadhan ini banyak sekali kegiatan yang mendorong siswa untuk melakukan hal-hal yang mengarah kepada kebaikan dan keislaman seperti shalat tarawih bersama di musholla, mengaji, belanja dan masak bersama untuk menyiapkan makanan buka dan sahur keluarga, kegiatan-kegiatan sosial seperti berinfak di masjid, memberikan takjil kepada tetangga, bersedekah dengan orang yang membutuhkan di rumah ataupun disekolah. Begitu indah bukan ?

Namun, ramadhan tahun ini berbeda dengan ramadhan sebelumnya. Ditengah situasi pandemi Virus COVID-19, masyarakat dihimbau untuk stay at home, termasuk dalam hal beribadah. Melakukan ibadah dari rumah sebagai pilihan terbaik untuk saat ini, sebagai upaya pencegahan wabah virus COVID-19, dengan keadaan yang demikian bukan berarti kita tidak bisa melakukan ibadah di bulan ramadhan dengan penuh kekhusyuan dan suka cita.

Sebagai lembaga pendidikan SMP Nasional Insan Prima mempunyai tanggung jawab yang besar untuk mendidik dan membimbing peserta didik agar menjadi seseorang yang memiliki wawasan ilmu agama Islam yang luas, berakhlak mulia yang pada akhirnya diharapkan agar mereka menjadi anak-anak yang shaleh dan shalehah tentunya dengan nilai-nilai utama Sekolah Nasional Insan Prima yaitu Mandiri, Berbudi Pekerti dan Menghargai Keberagaman.

Pada bulan Ramadhan tahun ini peserta didik diajak untuk merenungi makna dari setiap apa yang mereka kerjakan sehingga meningkatkan kualitas diri mereka dengan jurnal Ramadhan yang telah dibuat berisi materi puasa Ramadhan, jadwal kegiatan peserta didik, dan lembar pantau kegiatan selama ramadhan. Kegiatan peserta didik selama ramadhan terdiri dari khatmil Qur’an perkelas, Hafalan Juz 30, shalat fardlu dan sunnah, buka dan sahur bersama dengan keluarga yang harus dilaksanakan dan dilaporkan kepada guru pembimbing disetiap harinya. Ada kegiatan pembelajaran jarak jauh juga lho yang dilakukan oleh peserta didik melalui line conference dengan materi Al-Qur’an tajwid, memahami kandungan surah pilihan Al-Qur’an yang berkaitan dengan renungan dan sikap dalam menghadapi wabah COVID-19, dan kisah-kisah sahabat Nabi yang bisa diambil teladannya dengan pemateri guru-guru muslim SMP Nasional Insan Prima.

Guru SMP Nasional Insan Prima juga tidak mau terlewatkan dengan moment di bulan Ramadhan ini dalam meningkatakan kualitas diri dan ibadahya. Kegiatan untuk guru SMP Nasional Insan Pirma yaitu tadarus bersama secara bergilir melalui line videoconference pada jam 05.00 – 05.30  WIB. Setiap guru membacakan ayat yang telah dibagi dengan 5 ayat per guru.

Diharapkan dengan adanya kegiatan seperti ini kita semua dapat meningkatkan keimanan dan ketqwaan kita semua. Yuk kita tetap gunakan waktu kita untuk menyempurnakan ibadah, intropeksi diri, berdoa memohon ampunan kepada Allah SWT, agar pandemic COVID-19 segera berakhir serta lakukan aktivitas lain yang bermanfaat.

[metaslider id=”483″]

[metaslider id=”486″]

PEMBELAJARAN JARAK JAUH SISWA KELAS 1-3 SD NASIONAL INSAN PRIMA YANG MENYENANGKAN DAN BERMAKNA

 Dalam konferensi pers di Istana Bogor pada tanggal 15 Maret 2020, Presiden Joko Widodo mengatakan bahwa “Saatnya kita kerja dari rumah, belajar dari rumah, dan beribadah di rumah”.  Hal itu memberi dampak bagi dunia pendidikan di Indonesia. Keputusan pemerintah menerapkan sistem belajar dari rumah di wilayah yang terdampak Covid-19 bukanlah hal yang mudah.  Tak terkecuali SD Nasional  Insan Prima, Cikarang yang notabene termasuk dalam zona merah juga harus menerapkan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ). PJJ di SD Nasional Insan Prima sudah berlangsung selama hampir 2 bulan dari tanggal 17 Maret 2020 sejak diberlakukannya belajar di rumah oleh pemerintah.

Pada awalnya guru-guru memberikan tugas kepada peserta didik melalui aplikasi Whatsapp grub kelas. Diberikan penjelasan bagaimana cara mengerjakan dan kapan waktu pengumpulannya. Tugas yang sudah selesai dikumpulkan kembali ke guru melalui Whatsapp pribadi. Selanjutnya peserta didik dikenalkan dengan aplikasi Edmodo untuk mempermudah pemberian dan pengumpulan tugas oleh guru dan peserta didik. Biarpun pada awalnya banyak peserta didik yang kesulitan untuk bergabung, namun pada akhirnya karena telah terbiasa, mereka jadi mudah mengoperasikannya. Pemberian tugas oleh guru sebisa mungkin membuat peserta didik tetap senang menikuti PJJ.

 Apabila ingin mengadakan tatap muka virtual, guru dan peserta didik di SD Nasional Insan Prima menggunakan aplikasi Zoom dan Line. Peserta didik antusias saat melakukan virtual karena bisa bertatap muka serta bisa menyapa guru dan teman-temannya secara langsung. Dalam pertemuan tersebut guru bisa menjelaskan materi pelajaran yang dirasa belum dipahami dan dapat melakukan diskusi dengan peserta didik. Seperti yang dilakukan oleh Bu Puji dan Bu Firda selaku wali kelas 1, Bu Nia dan Bu Cita wali kelas 2, serta Bu Mutmainah wali kelas 3 .Bersama dengan peserta didiknya mereka melakukan virtual di aplikasi Line. Terlihat senyum mereka menghias layar ponsel ketika bisa melihat dan menyapa guru serta teman-temannya.

[metaslider id=”462″]  [metaslider id=”465″]

Tujuan pemberian tugas dari guru yaitu agar proses pembelajaran tetap berjalan. Selain itu peserta didik dapat lebih banyak kegiatan untuk menghabiskan waktu di rumah bersama keluarga, tidak ada waktu untuk bermain dan berkumpul di luar rumah dengan teman-temannya sehingga penyebaran Covid-19 tidak semakin meluas. Bagi guru, saat ini dituntut untuk dapat memanfaatkan teknologi dalam pertemuan pembelajaran online dengan baik, yaitu tetap memberikan pembelajaran yang menyenangkan dan bermakna. Peran orang tua dalam membimbing memfasilitasi, dan mendukung putra-puteri mereka dalam mengikuti PJJ di SD Insan Prima juga sangat membantu kelancaran program belajar di rumah.

PEMBELAJARAN JARAK JAUH SISWA PG DAN TK A

Penerapan belajar jarak jauh dari rumah merupakan cara pencegahan yang paling tepat dalam menghadapi pandemi virus Corona ( Covid 19 ) ini. Proses belajar di rumah diharapkan dapat menjauhkan anak dari kemungkinan terpapar virus Corona.

            Proses belajar jarak jauh ini tidak hanya diterapkan di sekolah dasar atau sekolah menengah saja, melainkan juga bagi tingkat anak usia dini (PAUD). Salah satunya diterapkan di TK Nasional Insan Prima. Pada kesempatan kali ini kami akan membahas di kelas Playgroup (PG) dan TK A yaitu dengan rentang usia 3-4 tahun dan 4-5 tahun dengan tetap menjalankan proses belajar secara online melalui whatsapp (WA) atau aplikasi edmodo.

            Dalam proses pelaksanaannya, guru-guru setiap hari melakukan diskusi pengembangan konten pembelajaran yang menarik. Diskusi tersebut mencakup metode dan rangkaian kegiatan yang akan dilakukan anak-anak selama belajar di rumah bersama orangtua mereka. Para guru juga mempertimbangkan materi sesuai dengan usia anak, keterbatasan infrastruktur perangkat seperti jaringan.

Para guru memberikan tugas kepada siswanya dengan memberikan video tutorial melalui whatsapp untuk kegiatan anak. Hal ini akan mempermudah akses orangtua dalam menerima tugas tersebut.

[metaslider id=”424″] [metaslider id=”429″]

Di kelas PG dan TK A misalnya, guru memberi contoh tugas dalam eksperimen  melalui video whatsapp. Siswa dapat melihat contoh tersebut dan mempraktekannya di rumah dengan bimbingan orangtua. Setelah kegiatan selesai dilakukan, siswa dapat mengumpulkan tugas melalui foto/video di whatsapp dengan durasi video dibatasi kurang lebih 1 menit. Hal ini berkaitan dengan minimal kuota yang harus dikeluarkan oleh pihak orangtua. Dan inilah yang menjadi salah satu pertimbangan para guru untuk mempermudah akses orangtua terutama dalam jaringan dan kuota.

[metaslider id=”434″]

Keberhasilan guru dalam melakukan pembelajaran daring pada situasi pandemik Covid 19 ini salah satunya adalah kemampuan guru dalam berkreasi merancang dan meramu materi, metode pembelajaran dan aplikasi yang sesuai dengan materi dan metode tersebut.

            Guru tanpa henti memotivasi siswa untuk tetap semangat dalam belajar secara online dan tetap enjoy melakukan tugas yang diberikan. Tetap semangat !