Tantangan Pendidikan Untuk Mengatasi Intoleransi

     Keterlibatan setiap elemen masyarakat diperlukan untuk mendukung program pemerintah dalam mencerdaskan anak-anak bangsa. Pandangan tersebut terlontar dalam kegiatan bincang-bincang pagi yang diadakan oleh  Sekolah Nasional Insan Prima (SIP) dengan Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bekasi Dr. H. Carwinda, M.Si.  Beliau menghargai keterlibatan Sekolah Nasional Insan Prima yang sejak tahun 2004 berkiprah di bidang pendidikan dimulai dari TK dan secara bertahap tingkat SD dan SMP.

                                 Dr. H.Carwinda, M.Si

 Dr. H. Carwinda menyampaikan bahwa SIP melalui visinya yakni Mandiri, Berbudi Pekerti dan Menghargai Keberagaman yang diajarkan dalam proses pembelajaran dan pembentukan karakter siswa dapat menyelesaikan problem pendidikan yang ada di Indonesia. Ada tiga masalah sosial yang menjadi tantangan dalam dunia pendidikan, yakni : 1. Pelecehan seksual, 2. “Bullying”, dan 3. Intoleransi.

     Menunjukkan keoptimisannya, beliau menerangkan Sekolah Nasional Insan Prima telah memecahkan masalah tiga hal tersebut. Sebagai contoh, mengajarkan keberagaman dengan pembiasaan berdoa di Sekolah Nasional Insan Prima. Setiap siswa yang berbeda agama mempunyai kesempatan untuk memimpin doa di depan teman-temannya sesuai dengan agama masing-masing.

           Doc SIP: Menampilkan keragaman suku dan
          budaya setiap siswa untuk mengikis intoleransi

   Dalam mengajarkan budi pekerti pada setiap siswa ditanamkan sikap saling menghargai setiap perbedaan yang ada : gender, suku, agama, budaya. Sedangkan dalam hal kemandirian, SIP menumbuhkan tanggung jawab terhadap diri sendiri, keluarga, dan masyarakat.                                      

     Sebagai lembaga pendidikan, SIP telah menanamkan semangat dan praktik Bhineka Tunggal Ika dan SIP menjadi contoh bagi sekolah lain untuk melaksanakan keberagaman. Inilah konsep pemikiran di masa depan untuk menjadi anak yang lebih baik  dan ada kesesuaian dari pendidikan di sekolah, pendidikan di rumah dan di masyarakat.